Gereja Sungai Yordan

Bengkayang, Kalimantan Barat – Indonesia

Jaminan Dalam Pencobaan

Roma 8:32-39 
Kita semua mengalami kesukaran, dan pencobaan-pencobaan dapat menggoncang kita kecuali bila kita bergantung kepada kebenaran. Saya akan berbagi tiga jaminan untuk diingat ketika keadaan sulit melanda.
 
Pertama, Allah selalu memenuhi kebutuhan kita. Ini tidak berarti Allah menyediakan segala yang kita mau. Melainkan, Allah akan memberkati kita dengan segala yang diperlukan untuk memenuhi tujuan-Nya bagi hidup kita. Tujuan-Nya adalah untuk menguduskan kita, bukan untuk memenuhi setiap hasrat dengan begitu saja.
 
Kedua, kita tidak pernah sendiri. Allah berjanji akan senantiasa bersama dengan kita. (Ibrani. 13:5). Kesepian sering diiringi dengan kesukaran, jadi kita mungkin merasa ditolak atau diasingkan oleh keluarga dan teman-teman. Tetapi Allah Bapa kita telah mengutus Roh-Nya untuk bersama-sama dengan kita dan tinggal di dalam kita, sampai saat Dia menjemput kita kembali ke Sorga (Yohanes 14:16-17). Dia adalah segalanya yang kita butuhkan — penasehat, pemandu, penolong dan penghibur kita. Hidup secara intim dalam hadirat Allah memberikan kita rasa percaya diri saat berada di tengah badai pencobaan.
 
Ketiga, kasih Allah itu kekal adanya. Terlepas dari keadaan kita atau keputusan kita yang keliru, kepedulian Allah itu tak bersyarat–bahkan ketika Dia menegur kita. Orang tua yang penuh kasih mengizinkan anaknya mengalami konsekuensinya sendiri atas pilihannya yang keliru; mereka menyadari keuntungan pembelajaran dari kesalahannya. Tentu, ada juga saat ketika kita dipengaruhi oleh tindakan keliru orang lain. Bahkan, Allah berdaulat dan mengizinkan hanya apa yang akan mendatangkan kebaikan kepada kehidupan umat-Nya.
 
Di saat-saat yang sulit, kita dapat mengingat bahwa Allah akan memenuhi segala kebutuhan kita, Dia selalu bersama dengan kita, dan mengasihi kita selamanya. Meskipun Yesus berkata kita akan menghadapi kesulitan-kesulitan di dalam hidup ini, Dia menawarkan kelegaan: kemenangan tertinggi milik-Nya. Maka selalu diingat bahwa pencobaan-pencobaan itu fana, The ultimate victory is His. So keep in mind that trials are fleeting, sedangkan kasih Bapa kita adalah abadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 9, 2012 by in Renungan and tagged .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3 other followers

Facebook Like

%d bloggers like this: