Gereja Sungai Yordan

Bengkayang, Kalimantan Barat – Indonesia

Ini Kebetulan Atau Karya Tuhan?

Jon Walker

“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26).

Adakah hal demikian yang merupakan kebetulan? Cara anda menjawab pertanyaan itu akan mempengaruhi cara anda bersyukur minggu ini. Jika berkat yang anda terima hanya suatu kebetulan, anda bisa jadi senang. Tetapi dapatkah anda berterimakasih?

Jika anda mengerti bahwa setiap berkat datangnya dari Tuhan, maka anda dapat penuh syukur kepada-Nya serta orang-orang yang dikirim-Nya untuk memberkati anda. Kemampuan kita melihat tangan Tuhan dalam berkat-berkat yang kita terima memperdalam iman kita karena kita bukan saja melihat Dia aktif dalam keadaan kita; kita juga melihat Dia menyediakan segala kebutuhan kita.

Saya beri suatu contoh dalam kesaksian saya. Beberapa tahun yang lalu, suatu pagi saya menyadari tidak memiliki cukup uang untuk melakukan pembayaran hipotik berikutnya. Sudah pasti, dalam ekonomi ini, anda dapat bayangkan. Saya telah dua kali diberhentikan oleh perusahaan dengan terpaksa karena bangkrut. Saya bergantung pada tabungan saya, mengosongkan akun pensiunan dan sepanjang itu, saya didiagnosa mengalami bipolar II disorder.

Saya telah melamar beberapa pekerjaan dan selalu dituntut kepada pekerjaan yang tingkat produktif tinggi. Tetapi kepercayaan diri saya telah kolaps, dan karena bipolar, saya tidak yakin dapat menangani suatu standar kerja 40 jam seminggu.

Pagi itu saya berbicara kepada Tuhan mengenai keadaan saya. Oh, siapakah saya ini bercanda? Saya menyerukan kepada Tuhan mengenai keadaan saya (saya senang sekali Dia mengizinkannya)! Saya lelah terhadap tekanan keuangan. Saya diingatkan Tuhan saya memilik dua titel kelulusan dan pengalaman 25 tahun; saya layak lebih baik dari pada pekerjaan upah minimum.

Setelah saya mencurahkan kemarahan saya, saya berdiam diri dan berkata, “Tuhan, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, tetapi saya pandang kepada-Mu. Saya tak punya petunjuk apapun. Saya akan lakukan apa pun yang Engkau inginkan, Tuhan. Engkau yang menentukan.”

Saya terduduk di sofa dan dalam percakapan dengan Bapa Sorgawi, saya berkata, “Engkau tahu, saya sungguh suka melayani bersama Rick Warren di Saddleback. Dan jenis pekerjaan demikian yang saya butuhkan saat ini, karena mereka dapat mengizinkan saya bekerja dengan tingkatan energi seputar bipolar saya. Apakah Engkau pikir dapat temukan sesuatu seperti itu untuk saya lakukan?”

Beberapa hari kemudian, telepon berdering. Itu adalah salah seorang dari pahlawan tanpa jasa di gereja Saddleback, David Chrzan, yang melayani sebagai kepala staf.

Dia berkata, “Jon, ada seorang anggota staf kami keluar, dan saya ingin lihat apa kamu bisa bantu kami dengan pelayanan online.”

Apakah ini suatu kebetulan atau ini karena Tuhan, penggerak yang berkuasa yang melakukannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 23, 2012 by in Renungan and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3 other followers

Facebook Like

%d bloggers like this: